Fuh..
Memang. Ku rasa dia..bukan kau.
Dulu selalu ku kira kau. Walau aku tak pernah mau kejadian benar menikah dengan mu. Yah..hanya mimpi-mimpi mati di malam sepi. Yang menikamku dengan sejuta harapan.
Kau harus tahu itu..
Namun yang ku tahu kini kandaslah sudah.
Sekarang aku tak mau peduli. Terserah.
Tapi aku tak bisa. Oh, tolonglah..
Bila saja aku tak pernah bertemu denganmu, bajingan..!
Cecunguk..!
Aku benci kau buat hidupku porak-poranda!
Dengan cinta sialanmu itu. Dengan kenangan yang kau bikin-bikin.
Semoga segalanya hanya mimpi tragisku.
Aku berharap menemukan ia dahulu. Bukan kau.
Lantas aku pun tak usahlah bertemu denganmu.
Bahkan mengenal namamu.
Menyesal aku lebih tepatnya.
Lalu apa mestinya aku pura-pura lupa..?
Luput tentangmu, begitu?
Benar kata mereka. Ingatlah sekali-sekali..karna kita pun belum senja.
Muda.ya, masih sangat pagi untuk menjadi seorang pelupa.
Ingat bukan berarti berharapkah??
Huh.
Hmm..
Mmmh..
mmmmmmmmm...
aku seakan mati rasa..
harusnya aku bahagia karna kini aku yakin benar akan hidupku bersamanya.
Bukan denganmu. Masa laluku.
Aih..
Benci aku..!!
Seperti katamu dulu bila kau goda aku.
Anjing! semuanya tak pernah pergi dari ingatanku.biar ku usir saja mungkin..
Oia..harusnya aku bahagia..dengannya..ya dengannya..
Tapi hari ini tak terlintas sedikitpun kebahagiaanku esok, menginjak usia dua tahun dengannya..
Dua tahun jauh darimu. Pergi dari hidupmu. Bahkan mungkin nanti selamanya jauh darimu.
Amiin.
Aku berharap ini monolog terakhirku tentangmu, bajingan..!!!
3 komentar:
hiaaah, nining pinter nulis ternyata...
keren2.
tp imejnya beda banget ma hidupmu sehari2. hohoho...
apdet lg ning.. monolog selanjutnya??
yoloh ning...
knp kau b'kata kotor??
(haih kaya yg ngomong g pnh ajah!1 hihi)
sudah sudah,, lupakan saja dy yg bajingan tengik ituewh....
semangat semangat...!!
Posting Komentar