Minggu, 14 September 2008

entahlah . . . (part II)

Aku mau menulis lagi.

Ntah untuk apa,

tapi satu,

aku hanya ingin usir sepi yang berkecamuk dalam kepalaku, isi perutku, serta aliran darahku.

Segeralah.

Namun aku tak mengerti jua.

Ia tak ingin pergi walau sudah ku usir.

Hhhh...entahlah.

Mungkin ada kata-kataku yang salah ketika ku usir dia,

hingga ia tetap hinggap di desir mimpi, relung hati dan malam-malam sunyi.

SEPI.

Itulah sepi.

Sepi yang tak kunjung bertepi.

entahlah . . .

aku ingin menulis sampai tangan ini tak mampu menulis lagi. Aku ingin tumpahkan seluruh rasa yang tak kunjung ku mengerti jua apa ini namanya. Aku ingin tuangkan dalam tulisanku ini, namun entah mengapa aku tak jua menemukan kata-kata yang tepat untuk melukiskannya ke dalam tulisanku ini.

Aku tak disakiti oleh siapapun, aku yakin itu, namun hatiku perih. Aku tak ingin menangis, sebab itu akan membuatku mengasihani diriku sendiri, aku tak ingin menangis lagi yang pasti, dan aku tak ingin melihat seorang bersedih hari ini, karna itu akan menambahkan kesedihanku yang tak ingin aku tumpahkan dalam tangis yang meledak-ledak atau tersedu-sedu yang tak kunjung mereda. Aku pun tak ingin berteriak dan melemparkan semua benda yang berada di dekatku atau berlari sejauh-jauhnya hingga aku tak tahu ada dimana dan tak ingat jalan pulang ke rumah. Dan aku tak ingin menjatuhkan diriku ke dalam jurang dalam yang tak berdasar atau membenamkan diriku di lautan luas tanpa seorang pun tahu dimana aku.

Aku hanya ingin menulis. Namun aku tak tahu apa tulisan ini dapat menenangkanku, meredakan kegelisahan dan kerisauanku.

Dan aku hanya ingin semua mengerti keegoisanku selama ini, aku ingin mereka menghukumku atas semua perbuatan buruk yang telah aku lakukan. Apa aku sebenarnya hanya menyesal?? Tapi itu tak berguna sama sekali. Aku yakin itu..!

Jumat, 15 Februari 2008

Dear all,



Terkadang jiwa tak mampu hadapi apa yang ada,

Seiring perguliran waktu membawa ke satu titian takdir,

yang berderak, tak pernah terungkap sebelumnya,

yang berlalu, tak mungkin terlupa selamanya.

Namun,

yang kini, harus dihadapi dengan hati.


Wahai jiwa yang kering dari jati diri,

kadang sejatinya terlalu munafik mengakui segalanya.



teman-teman..

Satu kisah yang pernah ada dan yang akan ada adalah satu takdir Tuhan yang tlah terpatri. Kita mungkin saja dapat mengubahnya atau sedikit mengeditnya dengan usaha dan jerih payah yang memang sudah semestinya kita lakukan. Namun, semuanya kembali lagi pada satu takdir Sang Berkehendak.

Do’a Orang Terzhalimi



Ya ALLAH..

Ampuni dosa hamba-Mu ini.

Ampuni bila hamba hanya bisa berkeluhkesah pada-Mu.

Padahal apa yang menimpaku tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesulitan yang menimpa baginda besar Rasulullah SAW. Cacian dan makian yang menghujani beliau, namun dengan kesabaran beliau segalanya bisa teratasi, dengan ke-istiqomahan beliau niscaya Engkau beri petunjuk dan jalan yang sebaik-baiknya jalan.

Kesulitan dan derita hamba hanya sedikit sekali dibandingkan dengan penderitaan saudara-saudaraku di luar sana.

Hendaknya hamba selalu bersyukur pada-Mu, ya ALLAH.

Tolong beri ketenangan dan ketabahan hati pada hamba, ya Rabb.

Ampuni hamba bila hamba merasa terzhalimi,

Ampuni bila hamba merasa ini sungguh menyakiti hati hamba, ya ALLAH.

Tapi sungguh jangan biarkan rasa sakit ini berangsur menjadi benci.

Gantikanlah benci dan rasa perih ini menjadi syukur dan nikmat atas apa yang menimpa.

Gantikanlah dengan rasa sayang dan kasihan.

Walaupun hamba kini merasa dibohongi, tapi entahlah, semoga apa yang mereka katakan itu bukan dusta.

Berilah hamba kekuatan untuk percaya atas apa yang mereka sumpahkan pada hamba.

Tapi hamba hanya percaya kepada-Mu, ya ALLAH. Percaya pada keyakinan hamba bahwa Engkau selalu memberikan jalan kebenaran dan keadilan.

Walaupun itu tak mungkin menjadi nyata di dunia yang sangat fana ini,

Tapi setidaknya biarkanlah segala kebenaran terkuak di alam akhirat,

dan tegaknya keadilan di yaumil mizan-Mu.

Sinarilah jalan hamba menuju surga-Mu,

Lindungilah hamba dari siksa api neraka,

Jagalah kami agar tidak tersesat selama-lamanya.

Ya, Rabb.

Senantiasa berilah petunjuk pada mereka agar mereka kembali kepada jalan-Mu.

Ingatkanlah bila mereka berbuat dosa melanggar dari takwa kepada-Mu,

Dewasakanlah mereka agar mereka tak terbutakan oleh silaunya gemerlap duniawi,

dan dari fananya hidup di dunia,

Lindungilah mereka dari kejahatan dan kemunafikan,

Berilah mereka keteguhan hati menjalani hidup di dunia yang terasa begitu berat.

Berikanlah kemampuan agar mereka mengerti dan memaknai hidup dan niat baik.

Jangan biarkan mereka tersesat selama-lamanya kedalam jurang neraka.

Ya, ALLAH..

Sadarkanlah mereka. Selalu sadarkan mereka..

Ya ALLAH..

Bila mereka membenci hamba, biarlah..

Tapi jangan biarkan mereka melupakan Tuhan Sang Pencipta,

Jangan biarkan mereka melupakan-Mu.

Biarkan rasa benci mereka pada hamba menuai kebaikan dan kasih sayang kelak.

Mereka saudara-saudariku yang hamba kasihi..

Jangan laknat mereka.

Ampuni dosa-dosa mereka, Ya Rabb.

Terima kasih ya ALLAH..

Engkau ingatkan hamba bahwa di dunia ini mustilah selalu berhati-hati dalam berkawan.

Terima kasih,

Engkau sadarkan hamba bahwa di antara yang membenci masilah lebih banyak yang selalu baik dan sayang kepada hamba.

Selalu Engkau dekatkan hamba pada orang-orang mukmin, orang-orang yang mampu mengimami hamba menuju surga-Mu.

Alhamdulillahirabbi..

Rabb, selalu lindungi hamba dan orang-orang yang hamba sayangi, ya ALLAH..

Persatukanlah kelak di dalam surga-Mu,

Walau di dunia kami bermusuh-musuhan dan bercerai-berai.

Sungguh bukan itu yang kami inginkan, tapi keadaanlah yang menciptakan..

Ya, Rabb..

Semoga Engkau selalu melimpahkan rahmat kepada baginda besar Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, beserta pengikut-pengikutnya.

AMMIIN YA RABBAL’ALAMIIN.

Bulan Malam Kesepian

Kepada jati diri yang sejati

Malam ini bulan sedikit kelihatan lelah dibanding malam-malam kemarin.
Sinarnya meredup tertutup gumpalan kumulus nimbus.
Berkata ia akan berlari ke balik bukit untuk berteduh sebentar, sebab ia tahu malam ini akan turun hujan lebat tanpa henti.
Hawa dingin malam ini membuatnya ingin tertidur sepanjang tahun, tanpa teringat tugasnya untuk selalu terjaga di tiap-tiap malam.

Ku tahu,
bersedih ia karna tak bisa pulang menemui ayah-ibunya.
Kesal hatinya menunggu pagi yang begitu larut untuk turun.
Sebab jika mentari bersedia kembali menapaki bumi, ia akan segera menghampiri apa yang telah lama ia nanti-nanti.

Bulan malam kesepian, rumahnya di langit ke dua puluh.
Di sanalah semua menunggunya dengan cemas hati.

Karanganyar, November 2007

Minggu, 13 Januari 2008

Dear diary..

Oh GOD..!

Ning mau nangis banget.

Tapi please!! DONT!

Kemarin Ning ‘kena’ sama si sinting yang keliaran di daerah sekitar kost.

Hampir semua dari kita (yang bermukim di kost) udah pada kena.

Dia megang pantat gue..!

Sialan banget..!

Gue ga ngerti how to...arrrghhhh..

Gimana caranya supaya gak ada korban lagi setelah gue ini.

Gak papalah kalo gue orang yang terakhir kena sama dia, tapi jangan ada lagi korban..

Gue gak mau banget.

Huh..

Gue gak ngerti harus gimana lagi.

Be careful cuma satu-satunya wejangan yang patut diinget.

Tapi kita mana tau kalo bakal ada kejadian.

Duh..kurang waspada apa ya?

Gimana donk? Pengen banget nangkep. Tapi kita belum ada bukti.

So how??

Ning pengen pulang cepet-cepet....


On one nite**

It’s true..


It’s true..

He said :

Aku ‘kan menjadi malam-malammu, menjadi mimpi-mimpimu,

Dan selimuti hatimu yang beku.

Aku ‘kan menjadi bintang-bintangmu, kan selalu menyinarimu,

Dan menghapus rasa rindumu yang pilu.

She said:

Kamu bisa untuk menjadi apa yang ku minta,

Untuk menjadi apa yang ku impikan,

Tapi kamu tak bisa menjadi dirinya.

He also said:

Aku ‘kan menjadi embun pagimu,

Yang kan menyejukkan jiwamu.

Yang kan membasuh hatimu yang layu.

And finally, he said:

Tinggalkan sejanak layumu,

Beri sedikit waktu kepadaku tuk meyakinkanmu...

[conversation based on lyrics “selimut hati” by Dewa19]

Selasa, 08 Januari 2008

I LOVE U, GOD!!

Ouh..thanksfull to U my almighty..
Finally, i found what I search..
After get along with a harder searching.
From one store to another store.
Huuufff..one month I’d been a hard seeker..
Hhoho..God heard my hope..
Thanks god.
I found tha book!!
Hmmm..
Gak sia-sia juga. Pencarian dan kerja keras tanpa berputus asa.
Buku yang bakal Ning resensi buat TA mata kuliah Daspen yang super canggih dasiyat da..
(Lebai2 de),,,
Yaiyalah with spirit and of course without my suck “a one give up”,
Gimana enggak, kalau sampai gak dapet itu buku..mmm..
Ning ga ngerti mau resensi buku macem apa..[bisa sampe nangis darah deh..]
Cuz my chemistry is only at this book..at least so far lah cuma ni buku yang bikin Ning lumayan “resssep”..hueheuu..maybe next time Ning bisa nemuin something yang juga bisa bikin Ning jadi ‘resseep’ ...ya,,masih dalam masa penantian buku-buku tokhcweer deh..
Maklumlah tahun-tahun belakangan ini Ning jadi jarang baca buku gara-gara Ujian Nasional pas kemarin SMA...trus disambung pula dengan had been a hardworker untuk bisa jebol Universitas Negeri..tapi ga sia-sia jugalah,cuz now I’m in this Fave University se Indo bo’’...
Hehehe..show-off nih ceritanye..
Duuuu..jadi kangenn sama jakarte nih..
Kangen semua yang ada di sana..including the traffic,,and the flood..hahahaa**
Miss U, jakz..!
Tapi bentar lagi Ning juga bakalan pulang kooog..ya paling kira-kira two weeks later..
I can’t be a patient enough to wait this moment,,but I hope I will pass this exam as well as,,
So that all my hardwork among this term not be such a useless thing..
Amiin..


[munkin terkadang setiap kata yang terucap adalah doa]
Wellcome The 2008 New Year!!
Be a New One with Bringing Our New Spirits.