Minggu, 14 September 2008

entahlah . . . (part II)

Aku mau menulis lagi.

Ntah untuk apa,

tapi satu,

aku hanya ingin usir sepi yang berkecamuk dalam kepalaku, isi perutku, serta aliran darahku.

Segeralah.

Namun aku tak mengerti jua.

Ia tak ingin pergi walau sudah ku usir.

Hhhh...entahlah.

Mungkin ada kata-kataku yang salah ketika ku usir dia,

hingga ia tetap hinggap di desir mimpi, relung hati dan malam-malam sunyi.

SEPI.

Itulah sepi.

Sepi yang tak kunjung bertepi.

Tidak ada komentar: