Dalam ruang tanpa celah itu.
Hanya ada aku dan mereka yang terdiam memandangiku.
Tanpa siapapun di sana. Kecuali kenangan yang mati termakan usia.
Tidakkah kau merasa bersalah terhadapku?
Entah apa kau mampu memikirkan apa yang ada di benakku selama beratus tahun di dalam ruang tanpa celah itu.
Walaupun ku tak berharap satu mahkluk pun memasuki ruang tanpa celah yang ku akui miliku.
Aku masih terduduk lunglai di atas lantai ruang tanpa celah itu.
Memikirkan apa kau pernah memikirkan ku, walau satu detik saja.
Entah apa kau mampu memikirkan apa yang ada di benakku selama beratus tahun di dalam ruang tanpa celah itu.
Walaupun ku tak berharap satu mahkluk pun memasuki ruang tanpa celah yang kau hadiahkan untukku seabad lalu.
Ketika kita masih berjalan di kerumunan bersama sambil menggendong anak yang kau akui bukan anakmu.
Entah apa itu pun masih terlintas dalam memorimu. Walaupun satu byte saja.