Jumat, 15 Februari 2008

Dear all,



Terkadang jiwa tak mampu hadapi apa yang ada,

Seiring perguliran waktu membawa ke satu titian takdir,

yang berderak, tak pernah terungkap sebelumnya,

yang berlalu, tak mungkin terlupa selamanya.

Namun,

yang kini, harus dihadapi dengan hati.


Wahai jiwa yang kering dari jati diri,

kadang sejatinya terlalu munafik mengakui segalanya.



teman-teman..

Satu kisah yang pernah ada dan yang akan ada adalah satu takdir Tuhan yang tlah terpatri. Kita mungkin saja dapat mengubahnya atau sedikit mengeditnya dengan usaha dan jerih payah yang memang sudah semestinya kita lakukan. Namun, semuanya kembali lagi pada satu takdir Sang Berkehendak.

Do’a Orang Terzhalimi



Ya ALLAH..

Ampuni dosa hamba-Mu ini.

Ampuni bila hamba hanya bisa berkeluhkesah pada-Mu.

Padahal apa yang menimpaku tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesulitan yang menimpa baginda besar Rasulullah SAW. Cacian dan makian yang menghujani beliau, namun dengan kesabaran beliau segalanya bisa teratasi, dengan ke-istiqomahan beliau niscaya Engkau beri petunjuk dan jalan yang sebaik-baiknya jalan.

Kesulitan dan derita hamba hanya sedikit sekali dibandingkan dengan penderitaan saudara-saudaraku di luar sana.

Hendaknya hamba selalu bersyukur pada-Mu, ya ALLAH.

Tolong beri ketenangan dan ketabahan hati pada hamba, ya Rabb.

Ampuni hamba bila hamba merasa terzhalimi,

Ampuni bila hamba merasa ini sungguh menyakiti hati hamba, ya ALLAH.

Tapi sungguh jangan biarkan rasa sakit ini berangsur menjadi benci.

Gantikanlah benci dan rasa perih ini menjadi syukur dan nikmat atas apa yang menimpa.

Gantikanlah dengan rasa sayang dan kasihan.

Walaupun hamba kini merasa dibohongi, tapi entahlah, semoga apa yang mereka katakan itu bukan dusta.

Berilah hamba kekuatan untuk percaya atas apa yang mereka sumpahkan pada hamba.

Tapi hamba hanya percaya kepada-Mu, ya ALLAH. Percaya pada keyakinan hamba bahwa Engkau selalu memberikan jalan kebenaran dan keadilan.

Walaupun itu tak mungkin menjadi nyata di dunia yang sangat fana ini,

Tapi setidaknya biarkanlah segala kebenaran terkuak di alam akhirat,

dan tegaknya keadilan di yaumil mizan-Mu.

Sinarilah jalan hamba menuju surga-Mu,

Lindungilah hamba dari siksa api neraka,

Jagalah kami agar tidak tersesat selama-lamanya.

Ya, Rabb.

Senantiasa berilah petunjuk pada mereka agar mereka kembali kepada jalan-Mu.

Ingatkanlah bila mereka berbuat dosa melanggar dari takwa kepada-Mu,

Dewasakanlah mereka agar mereka tak terbutakan oleh silaunya gemerlap duniawi,

dan dari fananya hidup di dunia,

Lindungilah mereka dari kejahatan dan kemunafikan,

Berilah mereka keteguhan hati menjalani hidup di dunia yang terasa begitu berat.

Berikanlah kemampuan agar mereka mengerti dan memaknai hidup dan niat baik.

Jangan biarkan mereka tersesat selama-lamanya kedalam jurang neraka.

Ya, ALLAH..

Sadarkanlah mereka. Selalu sadarkan mereka..

Ya ALLAH..

Bila mereka membenci hamba, biarlah..

Tapi jangan biarkan mereka melupakan Tuhan Sang Pencipta,

Jangan biarkan mereka melupakan-Mu.

Biarkan rasa benci mereka pada hamba menuai kebaikan dan kasih sayang kelak.

Mereka saudara-saudariku yang hamba kasihi..

Jangan laknat mereka.

Ampuni dosa-dosa mereka, Ya Rabb.

Terima kasih ya ALLAH..

Engkau ingatkan hamba bahwa di dunia ini mustilah selalu berhati-hati dalam berkawan.

Terima kasih,

Engkau sadarkan hamba bahwa di antara yang membenci masilah lebih banyak yang selalu baik dan sayang kepada hamba.

Selalu Engkau dekatkan hamba pada orang-orang mukmin, orang-orang yang mampu mengimami hamba menuju surga-Mu.

Alhamdulillahirabbi..

Rabb, selalu lindungi hamba dan orang-orang yang hamba sayangi, ya ALLAH..

Persatukanlah kelak di dalam surga-Mu,

Walau di dunia kami bermusuh-musuhan dan bercerai-berai.

Sungguh bukan itu yang kami inginkan, tapi keadaanlah yang menciptakan..

Ya, Rabb..

Semoga Engkau selalu melimpahkan rahmat kepada baginda besar Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, beserta pengikut-pengikutnya.

AMMIIN YA RABBAL’ALAMIIN.

Bulan Malam Kesepian

Kepada jati diri yang sejati

Malam ini bulan sedikit kelihatan lelah dibanding malam-malam kemarin.
Sinarnya meredup tertutup gumpalan kumulus nimbus.
Berkata ia akan berlari ke balik bukit untuk berteduh sebentar, sebab ia tahu malam ini akan turun hujan lebat tanpa henti.
Hawa dingin malam ini membuatnya ingin tertidur sepanjang tahun, tanpa teringat tugasnya untuk selalu terjaga di tiap-tiap malam.

Ku tahu,
bersedih ia karna tak bisa pulang menemui ayah-ibunya.
Kesal hatinya menunggu pagi yang begitu larut untuk turun.
Sebab jika mentari bersedia kembali menapaki bumi, ia akan segera menghampiri apa yang telah lama ia nanti-nanti.

Bulan malam kesepian, rumahnya di langit ke dua puluh.
Di sanalah semua menunggunya dengan cemas hati.

Karanganyar, November 2007