Kepada jati diri yang sejati
Malam ini bulan sedikit kelihatan lelah dibanding malam-malam kemarin.
Sinarnya meredup tertutup gumpalan kumulus nimbus.
Berkata ia akan berlari ke balik bukit untuk berteduh sebentar, sebab ia tahu malam ini akan turun hujan lebat tanpa henti.
Hawa dingin malam ini membuatnya ingin tertidur sepanjang tahun, tanpa teringat tugasnya untuk selalu terjaga di tiap-tiap malam.
Ku tahu,
bersedih ia karna tak bisa pulang menemui ayah-ibunya.
Kesal hatinya menunggu pagi yang begitu larut untuk turun.
Sebab jika mentari bersedia kembali menapaki bumi, ia akan segera menghampiri apa yang telah lama ia nanti-nanti.
Bulan malam kesepian, rumahnya di langit ke dua puluh.
Di sanalah semua menunggunya dengan cemas hati.
Karanganyar, November 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar