Sabtu, 29 Desember 2007

MONOLOG KEMUDIAN SETELAH KEJADIAN: “Bukan kau yang kini ku harapkan, Nona..”

Aku tak mau menangis lagi ingat arti senyumanmu sore itu. Kau bahagia..ya kau bahagia..
Ntah.. aku berharap perasaan ini salah. Salah besar. Tapi aku lebih merasa kini yaaa kau sudah lebih baik.Dengan senyum itu kau katakan bahwa kini kau bahagia.benar,bukan?? Bukan benar!! Bukan..aku selalu berharap perasaan ini salah..Tapi tidak. Aku tahu senyum itu. Kau bahagia. YA KAU BAHAGIA. Dengannya. Ya tentu saja dengannya. ANJING!! Semuanya selalu menghantuiku. Setiap menit. Setiap detik. Perasaan itu masih ada..ku harap sedikit..tapi aku tak tahu. Ntahlah.. Kemarin, aku masih percaya jika kau tak bahagia. Huh..tak pernah bahagia malah...dengan siapapun..kecuali denganku. Tentu saja..tak kan bahagia jika bukan denganku. Si Nona ini memang egois. Aku benci, aku benci setan ego yang bersemayam di benak, hati, dan relung keping jiwaku..ENYAHLAH. AKU SUDAH MUAK. Kadang aku tak ingin hidup dengan satu tonatos itu..aku Cuma ingin eros. Eros yang ada di jiwaku. Bukan tonatos!! Hahaha..oregos juga..aku benci dia. Aku benci.. Lalu apa?? Kalau begitu aku hanya hidup tanpa nafsu?? Seperti malaikat, begitu?? SETAN ALAS!! LEMAH. Lemah datang lagi. Hinggap lagi di dalam jiwaku. Aku benci. Sungguh.. RASA BERSALAH..ya dia jua..jua datang.. Aku tahu. Aku meninggalkanmu lebih dulu..aku pergi bersamanya. Karna apa?? Kau tak pernah menjagaku. Kau lepas aku..kau lepaskanku..KAU. tanpa pertahanan. Benar-benar..
Aku jauh sekali..jauh dari hatimu. Dari fikiranmu..Oh sudahlah.. Bodohnya aku. Lagi-lagi menangis lagi. Sialan..!

Tidak ada komentar: