Dia..
Dia..
Dia orang yang pernah berarti buat ku.
Pernah buatku merasa bahagia.
Dia orang yang dulu pernah sangat ku cinta.
Orang yang paling berarti pada masa-masa itu.
Dulu dia pernah menjadi sumber inspirasiku.
Di setiap khayal dan tulisan-tulisan puisiku.
Dia orang yang secara tak langsung membuatku jadi seperti ini.
Dewasa.
Dia orang yang pernah ingin sekali ku tolong.
Yang dulu selalu ku kasihani.
Sebab-sebab hidupnya yang selalu penuh derita dan kecewa.
Dia..
Dia orang yang dulu selalu hadir dalam setiap mimpi,
Orang yang selalu kesebut dalam setiap doa.
Dulu ia satu dari banyaknya orang yang ku sayang di dunia.
Dia orang yang ketika itu ku harapkan,
Yang selalu kubayangkan sebagai satu sosok pahlawan,
Mungkin pahlawan yang tak pernah terlihat di mata orang lain,
Tentu saja hanya aku yang dapat melihat itu.
Dulu ia yang buatku selalu menjadi satu orang yang setia.
Setia. Bahkan percaya pada cinta.
Dulu ku selalu percaya bahwa cinta itu adalah kehormatan.
Bukan noda bahkan hinaan.
Dulu ia membuatku percaya bahwa cinta saling mengisi.
Tak pernah bertepuk sebelah tangan.
Ia membuatku percaya cinta pertama adalah cinta yang paling baik,
Yang tak mungkin terlupa.
Dia..
Dia..
Yang dulu membuatku menangis dan tersiksa karna fitrah cinta padanya.
Namun kadang dia buatku rasakan getaran indah cinta.
Yang juga sering buat mukaku memerah,
Dan sadari indahnya gelora jiwa anak remaja kala itu.
Dia..
Dia,,
Membuatku merasa terlalu istimewa untuk dibela.
Dulu.
Tapi dulu.
Ia membuatku merasa begitu berharga,
Merasa dipertahankan.
Dia.yang dulu ku kira satu lelaki terbaik untuk hidup ku.
Dia.
Dia.
Tapi kutemukan diriku salah.
Semua salah.
Buatku merasa bodoh.
Merasa dibohongi.
Merasa sia-sia.
Ku temukan diriku menangis lagi..
Bukan karna derita perasaan, bukan karena merasa begitu istimewa.
Tapi merasa begitu hina.
Aku menyesal menemukan dia.
Dia.
Dia.
Malam temaram di tengah gundah.
Yogyakarta, 22 Desember 2007
1 komentar:
ny2ng yang lagi gundah, jangan sedih ya... kasihan hatinya kalo dibawa sedih melulu...
Posting Komentar